17 November 2018

Detail Berita

Bank Ganesha Gandeng Amartha untuk Penetrasi Pasar Pengusaha Mikro

2018-10-16 13:08:45

PT Bank Ganesha Tbk melakukan kemitraan strategis dengan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) perusahaan fintech  dengan platform peer to peer lending (P2P) untuk penyaluran kredit kepada pengusaha mikro. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Presiden Direktur Bank Ganesha, Lisawati  dan Direktur Bisnis Setiawan Kumala dengan CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra dan Vice President of Amartha, Aria Widyanto,  yang  diadakan  di  Jakarta pada 16 Oktober 2019.

Amartha adalah layanan finansial berbasis teknologi yang menghubungkan para pelaku UMKM yang ditujukan kepada perempuan di pedesaan yang membutuhkan modal dengan masyarakat, institusional atau organisasi di kota yang ingin membantu mendanai usaha mereka. Kerjasama penyaluran kredit dilakukan secara channeling dan melalui kerja sama ini, Bank Ganesha sekaligus membantu pengusaha mikro di daerah untuk bisa mendapatkan akses pembiayaan dan pendampingan.

Kerjasama ini sejalan dengan strategi Bank Ganesha di tahun ini yaitu untuk lebih memfokuskan penyaluran kredit di segmen retail SME serta mendukung pemerintah dalam perkembangan UMKM di Indonesia. Dalam kerjasama ini Amartha akan mereferensikan mitra pengusaha mikro yang sesuai dengan kriteria Bank Ganesha. Selanjutnya Bank Ganesha akan menentukan mitra UMKM mana yang dapat memperoleh fasilitas kredit. Dengan melalui proses scoring dari Amartha diharapkan dapat membantu Bank Ganesha dalam meminimalisir peluang terjadinya Non Performing Loan di kemudian hari.

Amartha juga menggandeng PT Equity Life Indonesia untuk melindungi debitur dari ketidakmampuan melunasi sisa pinjaman akibat risiko meninggal dunia. Dalam kesempatan ini hadir Direksi PT Equity Life Indonesia, Bapak David Soetadi dan Ibu Tania Chandra.

Saat ini Bank Ganesha telah mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 2,72 triliun per akhir Juni 2018, tumbuh year-on-year (YoY) 5.94% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 yakni Rp 2,56 triliun. Peningkatan ini di dorong oleh Kredit jenis Penggunaan Modal Kerja yang naik 11.95% yoy menjadi Rp 1,79 triliun. Masih pada periode yang sama, Rasio Kecukupan Modal (CAR) Bank mencapai 32,84%, jauh di atas persyaratan regulator sehingga mampu untuk mendukung pertumbuhan bisnis.