13 November 2019

Piagam Audit

PIAGAM AUDIT INTERNAL PT BANK GANESHA, Tbk

Piagam Audit Internal merupakan pedoman pelaksanaan fungsi Audit Internal atas:

a. Pelaksanaan Audit
b. Inisiasi komunikasi dengan auditee pada Bank
c. Pemeriksaan aktivitas Bank
d. Kewenangan untuk mengakses catatan, dokumen, data dan fisik aset Bank, termasuk sistem manajemen informasi dan risalah pertemuan Manajemen.

I. VISI DAN MISI SATUAN KERJA AUDIT INTERNAL

Visi

Menjadi mitra strategis yang professional bagi manajemen dalam rangka penerapan pengendalian intern, prinsip-prinsip corporate governance, dan manajemen risiko untuk mendukung visi Bank.

Misi

1. Memberikan kontribusi positif yang independen dan obyektif untuk mendorong pencapaian visi, misi dan rencana bisnis bank.

2. Terwujudnya kondisi bank yang sehat dan mampu berkembang secara wajar dan baik.

3. Meyakinkan terciptanya sistem informasi yang handal dan aman untuk fasilitas produk yang disajikan bagi masyarakat penyimpan dana, serta terpenuhinya kepentingan bank dan nasabah secara baik.

4. Membantu semua tingkatan manajemen dalam mengamankan kegiatan operasional bank yang melibatkan dana dari masyarakat luas dengan cara memberikan rekomendasi atas hasil analisa, serta pendekatan yang sistematis atas kegiatan pada area yang dikaji, guna meningkatkan efektivitas dari sistem pengendalian (controlling), proses Manajemen Risiko, serta penerapan tata kelola yang baik (good governance).

II. RUANG LINGKUP

Dalam rangka mendukung pencapaian tujuan Perusahaan, Audit Internal dalam menjalankan aktivitasnya diberikan kewenangan untuk mengakses seluruh informasi perusahaan berupa informasi terkait Teknologi Informasi, semua pencatatan bank, serta harta benda milik PT. Bank Ganesha, Tbk yang relevan dan terkait dengan tugas dan fungsi audit dengan bertujuan untuk mengukur ketaatan dan menentukan kecukupan terhadap kepatuhan penerapan sistem pengendalian internal dan efektivitas pengelolaan risiko dan proses governance dalam rangka membantu perusahaan mencapai tujuan, serta memberikan assurance kepada Regulator dan para Stakeholders.

III. STRUKTUR DAN KEDUDUKAN SATUAN KERJA AUDIT INTERNAL

1. SKAI dipimpin oleh seorang Kepala SKAI.

2. Kepala SKAI diangkat dan diberhentikan oleh Presiden Direktur setelah mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris dengan mempertimbangkan rekomendasi dari Komite Audit dan dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

3. Kepala SKAI bertanggung jawab secara langsung kepada Presiden Direktur.

4. Dalam melaksanakan tugas, SKAI menyampaikan laporan kepada Presiden Direktur dan salinannya disampaikan kepada Dewan Komisaris, Komite Audit dan Direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan.

5. Auditor Internal dalam SKAI bertanggung jawab secara langsung kepada Kepala SKAI.

IV. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SATUAN KERJA AUDIT INTERNAL

1. Menyusun dan melaksanakan rencana Audit Internal Tahunan yang harus disetujui oleh Presiden Direktur dan Dewan Komisaris dengan mempertimbangkan rekomendasi Komite Audit;

2. Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian internal dan sistem manajemen risiko sesuai dengan kebijakan perusahaan;

3. Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas di bidang keuangan, akuntansi, operasional, sumber daya manusia, pemasaran, teknologi informasi, dan kegiatan lainnya;

4. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang obyektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkat manajemen;

5. Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut kepada Presiden Direktur, Dewan Komisaris dengan tembusan kepada Komite Audit dan Direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan;

6. Memantau, menganalisis dan melaporkan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah disarankan;

7. Menyiapkan laporan pelaksanaan dan pokok-pokok hasil audit yang ditandatangani oleh Presiden Direktur dan Komisaris Independen yang menjadi Ketua Komite Audit untuk disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setiap semester;

8. Menyiapkan laporan penerapan anti fraud setiap semester untuk disampaikan ke OJK dan laporan transfer dana terkait dengan fraud setiap bulannya untuk disampaikan ke Bank Indonesia;

9. Bekerjasama dengan Komite Audit di dalam kegiatan audit internal;

10. Menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan audit internal yang dilakukan;

11. Melakukan pemeriksaan khusus apabila diperlukan;

Pelaksanaan Pemeriksaan khusus

a. Satuan Kerja Audit Internal melakukan aktivitas pemeriksaan khusus terhadap kasus/masalah pada setiap aspek dan unsur kegiatan yang terindikasi fraud dan pelanggaran code of conduct.
b. Aktivitas pemeriksaan khusus bertujuan untuk mengungkap modus operandi, penyebab, potensi kerugian, pelaku dan keterlibatan pihak lain.
c. Satuan Kerja Audit Internal melaporkan hasil pemeriksaan khusus kepada Presiden Direktur, Dewan Komisaris dengan tembusan kepada Komite Audit dan Direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan.

12. Menguji terhadap penyelenggaraan Teknologi Informasi (TI), guna meningkatkan efisiensi serta memastikan sistem yang dibangun mematuhi pada rencana, kebijakan, prosedur, undang-undang dan regulasi;dan

13. Memelihara profesionalisme SKAI dengan menambah pengetahuan, keterampilan melalui pendidikan yang berkesinambungan.

V. WEWENANG SATUAN KERJA AUDIT INTERNAL

1. Mengakses seluruh informasi yang relevan tentang perusahaan terkait dengan tugas dan fungsi SKAI;

2. Melakukan komunikasi secara langsung dengan Direksi, Dewan Komisaris, dan Komite Audit;

3. Menyelenggarakan rapat secara berkala dan insidentil dengan Direksi, Dewan Komisaris, dan Komite Audit;

4. Melakukan koordinasi kegiatan dengan auditor ekstern;

5. Mengikuti rapat-rapat yang bersifat strategis tanpa hak suara atau menyatakan pendapat;

6. Mengalokasikan semua sumber daya, menyusun jadwal audit, memilih objek yang akan diaudit, menetapkan rentang atau ruang lingkup pekerjaan audit serta mengaplikasikan semua teknik yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan audit; dan

7. Memperoleh dukungan penuh dari semua Manajemen dan Karyawan Bank Ganesha atas audit yang sedang dilaksanakan.

VI. KODE ETIK SATUAN KERJA AUDIT INTERNAL

Auditor Internal harus selalu mematuhi Kode Etik dan perilaku yang ditetapkan oleh Perusahaan, termasuk perjanjian kerja bersama, seluruh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku sebagaimana ditetapkan oleh badan pembuat peraturan di Indonesia dan juga melaksanakan aturan perilaku berikut ini:

1. Independensi

SKAI memiliki independensi dalam melakukan kegiatan audit sesuai dengan profesinya dan standar audit yang berlaku umum. Oleh karenanya setiap Auditor Internal harus menjaga independensinya dari kegiatan yang diperiksa serta obyektif dalam mengungkapkan pandangan dan pemikirannya tanpa pengaruh ataupun tekanan dari pihak lain.
Kepala SKAI bertanggung jawab secara langsung kepada Presiden Direktur dan Kepala SKAI mempunyai wewenang untuk melakukan komunikasi secara langsung dengan Direksi, Dewan Komisaris dan Komite Audit serta anggotanya.

Untuk menjamin terlaksananya Fungsi Audit Internal bank yang independen maka :

1. SKAI dilarang merangkap tugas dan jabatan dari pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan maupun anak perusahaan.
2. SKAI memiliki kebebasan dalam menetapkan metode, ruang lingkup, cara, teknik dan pendekatan audit yang akan dilakukan.
3. SKAI dilarang melakukan atau menyetujui transaksi akuntansi di luar kegiatan SKAI.
4. SKAI dilarang mengarahkan kegiatan pegawai perusahaan di luar SKAI, kecuali sampai batas tertentu pegawai tersebut diperbantukan dalam tugas audit.

2. Integritas

1. Harus melakukan pekerjaannya dengan jujur, rajin dan bertanggung jawab.
2. Harus memenuhi hukum/undang-undang dan membuat pengungkapan audit sesuai dengan hukum/undang-undang yang berlaku dan profesinya.
3. Dilarang terlibat tindakan ilegal, atau tindakan yang tidak sesuai dengan profesi Auditor Internal atau norma Perusahaan.
4. Harus mematuhi dan memberikan kontribusi terhadap kepatuhan kode etik Perusahaan.

3. Objektivitas

Auditor Internal harus bersikap obyektif terkait aktivitas atas proses yang sedang diaudit, serta harus membuat penilaian yang berimbang dan relevan, tidak dipengaruhi oleh kepentingan pribadi maupun kepentingan pihak lain dalam mengambil keputusan.

1. Dilarang berpartisipasi dalam kegiatan apapun atau memiliki hubungan apapun yang dapat mempengaruhi hasil audit atau menyebabkan hasil audit menjadi bias. Partisipasi yang dimaksud termasuk aktivitas atau hubungan yang dapat menyebabkan konflik kepentingan dengan Perusahaan.
2. Dilarang menerima hadiah dalam bentuk apapun dan dari siapapun yang dapat mempengaruhi atau menimbulkan dugaan terhadap terpengaruhnya keputusan profesional mereka.
3. Harus mengungkapkan seluruh fakta material yang diketahui, yang apabila tidak diungkapkan, akan mengubah kesimpulan hasil audit yang dilaporkan.

4. Kerahasiaan Informasi

1. Harus berhati-hati dalam menggunakan dan menjaga kerahasian informasi yang diperoleh selama penugasan audit.
2. Dilarang menggunakan informasi untuk kepentingan pribadi atau hal-hal yang berlawanan dengan hukum atau tidak sesuai dengan kode etik Perusahaan.
3. Berkewajiban menjaga kerahasiaan informasi dan/atau data perusahaan terkait dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab audit internal, kecuali diwajibkan berdasarkan peraturan perundang-undangan atau penetapan/putusan pengadilan.

5. Kompetensi dan Profesionalisme

Kompetensi dan Profesionalisme menjadi acuan bagi Auditor Internal dalam melaksanakan aktivitasnya, untuk itu sebagai Auditor:

1. Mempunyai kompetensi sesuai profil yang dibutuhkan.
2. Mempunyai kecakapan dalam berinteraksi dan berkomunikasi secara efektif baik lisan maupun tertulis.
3. Mempunyai kemauan dan kemampuan untuk meningkatkan pengetahuan, efektivitas, dan kualitas pekerjaannya.
4. Berkewajiban mematuhi kode etik Audit Internal.

VII. PERSYARATAN AUDITOR INTERNAL DALAM SATUAN KERJA AUDIT INTERNAL

1. Memiliki integritas dan perilaku yang Independen, Obyektif serta memiliki kompetensi dan profesionalisme didalam pelaksanaan tugasnya dengan komitmen penuh dalam menjaga kerahasiaan informasi;

2. Memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai teknis audit dan disiplin ilmu lain yang relevan dengan bidang tugasnya;

3. Memiliki pengetahuan tentang peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan peraturan perundang-undangan terkait lainnya;

4. Memiliki kecakapan untuk berinteraksi dan berkomunikasi baik lisan maupun tertulis secara efektif;

5. Mematuhi standar profesi yang dikeluarkan oleh asosiasi Audit Internal;

6. Mematuhi kode etik Audit Internal;

7. Menjaga kerahasiaan informasi dan/atau data perusahaan terkait dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Audit Internal kecuali diwajibkan berdasarkan peraturan perundang-undangan atau penetapan atau putusan pengadilan;

8. Memahami prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan manajemen risiko; dan

9. Bersedia meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan kemampuan profesionalismenya secara terus-menerus.