14 Agustus 2018

Piagam Audit

PIAGAM AUDIT INTERNAL PT BANK GANESHA, Tbk

Internal Audit Charter (Piagam Audit Internal) merupakan dokumen formal yang menjelaskan dan menetapkan tentang Visi, Misi, Independensi, Ruang Lingkup, Kedudukan, Tugas, Tanggung Jawab, Wewenang, Kode Etik, Persyaratan Auditor, Pertanggungjawaban serta Larangan perangkapan tugas dan jabatan auditor internal dalam Divisi Audit Internal dari kegiatan operasional bank. 

I. VISI DAN MISI AUDIT INTERNAL

Visi

Menjadi mitra kerja manajemen untuk memberikan jasa berupa kepastian dan nasehat yang bersifat independen, objektif dan professional dalam rangka terwujudnya tujuan perusahaan.

Misi

  1. Memberikan konstribusi positif yang independen dan objektif untuk mendorong pencapaian visi, misi dan rencana bisnis bank.
  2. Terwujudnya kondisi bank yang sehat dan mampu berkembang secara wajar.
  3. Meyakinkan terciptanya system Informasi yang handal dan aman untuk fasilitas produk yang disajikan bagi masyarakat penyimpan dana, serta terpenuhinya kepentingan bank secara baik.
  4. Membantu semua tingkatan manajemen dalam mengamankan kegiatan operasional bank yang melibatkan dana dari masyarakat luas dengan cara memberikan rekomendasi atas hasil analisa, serta pendekatan yang sistematis atas kegiatan pada area yang dikaji, guna meningkatkan efektifitas dari sistem pengendalian (controlling), proses Manajemen Risiko, serta penerapan tata kelola yang baik (good governance).

II. INDEPENDENSI, OBJEKTIVITAS DAN PROFESIONAL

  1. Independensi

Divisi Audit Internal memiliki independensi dalam melakukan kegiatan audit sesuai dengan profesinya dan standar audit yang berlaku umum. Oleh karenanya setiap Auditor Internal harus  menjaga independensinya dari kegiatan yang diperiksa serta objektif dalam mengungkapkan pandangan dan pemikirannya tanpa pengaruh ataupun tekanan dari pihak lain.

  1. Objektivitas

Auditor Internal harus bersikap objektif terkait aktivitas atas proses yang sedang diaudit, serta harus membuat penilaian yang berimbang dan relevan, tidak dipengaruhi oleh kepentingan pribadi maupun kepentingan pihak lain dalam mengambil keputusan

  1. Profesionalisme

Profesional menjadi acuan bagi Auditor Internal dalam melaksanakan aktivitasnya, untuk itu sebagai Auditor:

  • Mempunyai integritas, sikap mental yang independen, jujur, objektif dan menjunjung tinggi etika serta profesi Internal Auditor termasuk didalamnya bersikap bijaksana dan hati-hati dalam menggunakan informasi yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas serta tidak menggunakan informasi rahasia untuk kepentingan pribadi atau hal-hal lain yang dapat menimbulkan kerugian bagi bank.
  • Mempunyai kompetensi sesuai profil yang dibutuhkan.
  • Mempunyai kecakapan dalam berinteraksi dan berkomunikasi secara efektif baik lisan maupun tertulis.
  • Mempunyai kemauan dan kemampuan untuk meningkatkan kualitas kompetensi baik perilaku maupun teknis.
  • Berkewajiban mematuhi kode etik Audit Internal.
  • Berkewajiban menjaga kerahasiaan informasi dan/atau data perusahaan terkait dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab audit internal, kecuali diwajibkan berdasarkan peraturan perundang-undangan atau penetapan/putusan pengadilan

 

III. RUANG LINGKUP

Dalam rangka mendukung pencapaian tujuan Perusahaan, Audit Internal dalam menjalankan aktivitasnya diberikan kewenangan untuk mengakses seluruh informasi perusahaan berupa informasi terkait Teknologi Informasi, semua pencatatan bank, serta harta benda milik PT. Bank Ganesha, Tbk yang relevan dan terkait dengan tugas dan fungsi audit dengan  bertujuan untuk mengukur ketaatan dan menentukan kecukupan  terhadap kepatuhan penerapan sistem pengendalian intern, efektivitas pengelolaan risiko dan proses governance dalam rangka membantu perusahaan mencapai tujuan.

IV. STRUKTUR DAN KEDUDUKAN DIVISI AUDIT INTERNAL

  1. Divisi Audit Internal dipimpin oleh seorang Kepala Divisi Audit Internal.
  2. Kepala Divisi Audit Internal diangkat dan diberhentikan oleh Presiden Direktur atas persetujuan Dewan Komisaris dan dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
  3. Kepala Divisi Audit Internal bertanggung jawab kepada Presiden Direktur.
  4. Dalam hal Kepala Divisi Audit Internal tidak memenuhi persyaratan sebagai auditor internal dan/atau gagal atau tidak cakap dalam menjalankan tugas, Presiden Direktur dapat memberhentikan kepala Divisi Audit Internal dimaksud, setelah mendapat persetujuan Dewan Komisaris.
  5. Auditor Internal dalam Divisi Audit Internal bertanggung jawab secara langsung kepada Kepala Divisi Audit Internal.

V. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DIVISI AUDIT INTERNAL

  1. Menyusun dan melaksanakan rencana Audit Internal Tahunan yang telah disetujui oleh Presiden Direktur.
  2. Rencana Audit Internal Tahunan yang telah mendapat persetujuan oleh Presiden Direktur harus dilaporkan kepada Dewan Komisaris.
  3. Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian internal dan sistem manajemen risiko sesuai dengan kebijakan perusahaan.
  4. Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas di bidang keuangan, akuntansi, operasional, sumber daya manusia, pemasaran, teknologi informasi, dan kegiatan lainnya.
  5. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang objektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkat manajemen.
  6. Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut kepada Presiden Direktur dan Dewan Komisaris.
  7. Memantau, menganalisis dan melaporkan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah disarankan.
  8. Menyiapkan laporan pelaksanaan dan pokok-pokok hasil audit yang ditandatangani oleh Presiden Direktur dan Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setiap semester.
  9. Menyiapkan laporan penerapan anti fraud setiap semester untuk disampaikan ke OJK dan laporan transfer dana terkait dengan fraud setiap bulannya untuk disampaikan ke Bank Indonesia.
  10. Bekerja sama dengan Komite Audit.
  11. Menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan audit internal yang dilakukannya.
  12. Melakukan pemeriksaan khusus apabila diperlukan;
  13. Menguji terhadap penyelenggaraan Teknologi Informasi (TI), guna meningkatkan efisiensi serta memastikan sistem yang dibangun mematuhi pada rencana, kebijakan, prosedur, undang-undang dan regulasi;dan
  14. Memelihara profesionalisme personil audit dengan menambah pengetahuan, keterampilan melalui pendidikan yang berkesinambungan.

 VI. WEWENANG DIVISI AUDIT INTERNAL

  1. Mengakses seluruh informasi yang relevan tentang perusahaan terkait dengan tugas dan fungsinya.
  2. Melakukan komunikasi secara langsung dengan Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau Komite Audit serta anggota dari Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau Komite Audit.
  3. Mengadakan rapat secara berkala dan insidentil dengan Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau Komite Audit.
  4. Melakukan koordinasi kegiatannya dengan kegiatan auditor eksternal.
  5. Mengalokasikan semua sumber daya, menyusun jadwal audit, memilih objek yang akan diaudit, menetapkan rentang atau ruang lingkup pekerjaan audit serta mengaplikasikan semua teknik yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan audit; dan
  6. Memperoleh dukungan secukupnya dari semua pegawai di satuan kerja lokasi audit yang sedang dilaksanakan.

VII.  KODE ETIK DIVISI AUDIT INTERNAL

Auditor Internal harus selalu mematuhi Kode Etik dan perilaku yang ditetapkan oleh Perusahaan, termasuk perjanjian kerja bersama, seluruh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku sebagaimana ditetapkan oleh badan pembuat peraturan di Indonesia dan juga melaksanakan perilaku Integritas, Objektif, Kerahasiaan dan Kompetensi.

VIII.  PERSYARATAN AUDITOR DALAM DIVISI AUDIT INTERNAL

  1. Memiliki integritas dan perilaku yang profesional, independen, jujur, dan objektif dalam pelaksanaan tugasnya.
  2. Memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai teknis audit dan disiplin ilmu lain yang relevan dengan bidang tugasnya.
  3. Memiliki pengetahuan tentang peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan peraturan perundang-undangan terkait lainnya.
  4. Memiliki kecakapan untuk berinteraksi dan berkomunikasi baik lisan maupun tertulis secara efektif.
  5. Mematuhi standar profesi yang dikeluarkan oleh asosiasi Audit Internal.
  6. Mematuhi kode etik Audit Internal.
  7. Menjaga kerahasiaan informasi dan/atau data perusahaan terkait dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Audit Internal kecuali diwajibkan berdasarkan peraturan perundang-undangan atau penetapan atau putusan pengadilan.
  8. Memahami prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan manajemen risiko; dan
  9. Bersedia meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan kemampuan profesionalismenya secara terus-menerus.